Sejarah Linux
Posted on Senin, 17 Desember 2012
|
No Comments
Nama Linux
merupakan kombinasi unik antara nama penciptanya dan nama sistem operasi
yang menjadi targetnya (UNIX). Semuanya berawal dari
sebuah sistem operasi
bernama Minix. Minix dibuat oleh Profesor Andrew Tanenbaum. Minix adalah
sistem operasi mirip UNIX yang bekerja pada PC. Torvald adalah
salah seorang mahasiswa di Universitas Helsinki yang menggunakan
Minix. Walaupun cukup bagus, ia belum menganggap Minix memadai. Kemudian pada
tahun 1991 ia membuat sistem operasi yang merupakan clone UNIX, yang diberi
nama Linux. Seperti halnya
Minix, Linux tidak menggunakan kode apa pun dari
vendor UNIX komersial, sehingga Torvalds mendistribusikan linux di internet secara bebas dan gratis. Pada Oktober 5 1991, Torvalds mengeposkan sistem operasinya di newsgroup comp.os.minix. Ia mengumumkan bahwa source code Linux tersedia dan meminta bantuan programmer-programmer lain untuk ikut mengembangkannya. Ketika itu Linux masih setengah matang, sistem operasi ini hanya bisa menjalankan sedikit perintah UNIX, seperti bash, gcc dan gnu-make. Saat Linux 1.0 diluncurkan pada 1994, sistem operasi ini telah cukup stabil dan memiliki banyak feature, seperti preemptive multitasking (kemampuan untuk membagi sumber daya CPU untuk banyak aplikasi) dan symmetric multiprocessing (kemampuan untuk membagi tugas di antara banyak CPU). Linux bahkan memiliki maskotnya sendiri yang oleh torvalds
Dijelaskan
sebagai "seekor penguin yang menggemaskan dan ramah, yang kekenyangan
setelah banyak makan
ikan hering".
Pada 1996, tim
pengembangan Linux yang ada diseluruh dunia mulai memberikan
hasilnya. Tahun itu mereka telah membuat versi Linux untuk sejumlah versi hardware,
dari Atari ST sampai Macintosh.
Linux terus
berkembang pesat, utamanya karena ada sejumlah distributor (seperti
RedHat, Caldera, dsb) yang berkompetisi untuk berebut pangsa pasar. Oleh karena itu
dibentuk kelompok bernama Linux Standard Base. Kelompok ini bekerja untuk memastikan
bahwa beragam distribusi Linux yang ada tetap bisa menjalankan aplikasi yang
sama dan saling berinteroperasi. Saat ini ada tujuh distribusi Linux paling
terkenal, yaitu :
1. RedHat
Linux, distributor paling populer di AS dan salah satu yang paling mudah
digunakan.
2. Mandrake
Linux, distributor yang menambahkan update dan patch untuk RedHat Linux.
3. Caldera Open
Linux, distibrusi Linux dengan instalasi dan lingkungan pengguna
berbasis grafis yang bagus.
4. Suse Linux,
distribusi Linux paling populer di Eropa yang juga menyediakan
perangkat instalasi dan panduan berbahasa Indonesia.
5. Slackware
Linux.
6. Debian
GNU/Linux.
7. TurboLinux,
distribusi Linux paling populer di Asia yang menyediakan dukungan untuk
set karakter khusus Asia.
